Bulletin Dakwah al-Qalam Edisi Khusus Persiapan Ramadhan



BEKAL RAMADHAN

Bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan. Bila ingin meraih kemenangan di bulan Ramadhan, kita harus mengadakan persiapan dan bekal sebelum memasukinya.

Allah Ta’ala berfirman tentang orang-orang yang tidak serius dalam mempersiapkan diri untuk menuju ke medan perang:

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ
“Dan jika mereka memang serius mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu." [QS at-Taubah 9:45]

Berikut ini beberapa bekal ilmu yang harus kita ketahui untuk diamalkan selama bulan Ramadhan. Semoga Allah memberi kita taufiq untuk mengamalkannya.

Memperbanyak puasa sunnat di bulan Sya’ban sebagai persiapan mental dan fisik sebelum berpuasa  Ramadhan.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa (sunnat) dalam sebulan yang lebih banyak daripada di bulan Sya'ban. Beliau berpuasa di bulan Sya'ban hampir setiap hari kecuali sedikit hari yang tersisa." [HR. al-Bukhary dan Muslim]

Doa Melihat Hilal (Bulan Sabit di Awal Bulan). Doa ini berlaku umum di setiap awal bulan, termasuk bulan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila melihat hilal beliau berkata:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Allahu akbar! Ya Allah, jadikanlah hilal ini bagi kami membawa keamanan dan iman, keselamatan dan Islam, dan taufiq untuk melakukan apa yang dicintai dan diridlai Tuhan kami. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah." [HR. ad-Darimi dan Ahmad]

Memperbaiki Niat Ikhlas Hanya Mengharap Ridha Allah, agar dosa-dosa kita diampuni.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. ِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Barangsiapa yang mendirikan shalat di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Barangsiapa yang beribadah di malam Laitalul Qadr karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. al-Bukhary dan Muslim]

Bertaubat. Bertekad untuk meninggalkan semua dosa-dosa dan memperbanyak melakukan kebaikan yang bisa menutupi dosa-dosa yang lalu.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
"Bila telah masuk malam pertama bulan Ramadhan, syetan-syetan dan jin-jin dibelenggu; pintu-pintu neraka ditutup, tidak satu pintu pun yang terbuka; pintu-pintu surga dibuka, tidak satu pintu pun yang tertutup. Dan penyeru berseru: “Wahai penggemar kebaikan, ambillah (kesempatan beramal); wahai penggemar keburukan, berhentilah (berbuat dosa)!” Dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka, dan itu di setiap malam di bulan Ramadlan". [HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Ujian pertama puasa adalah makan sahur (menjelang shubuh). Berjuanglah agar bisa melakukannya setiap hari dalam suasana yang tenang.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
"Bersahurlah kalian, karena didalam sahur ada barakah" [HR. al-Bukhari dan Muslim]

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
"Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur." [HR. Muslim]

Zaid bin Tsabit radliallahu 'anhu berkata: "Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian beliau pergi untuk melakanakan shalat. Aku bertanya: "Berapa antara adzan (shubuh) dan sahur?". Dia menjawab: "Sekadar bacaan lima puluh ayat". [HR. al-Bukhary]

Jauhkanlah setiap anggota badan kita dari perbuatan dosa dan sia-sia dengan  cara menyibukkan dengan ibadah dan kegiatan bermanfaat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
"Puasa itu benteng, maka janganlah berkata/berbuat rafats (cabul) dan jangan berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, maka katakanlah: aku sedang berpuasa (dua kali). Demi yang jiwaku di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah Ta'ala daripada wangi misik. Dia meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya dan setiap satu kebaikan dibalas sepuiluh kebaikan yang serupa". [HR. al-Bukhary]

Bulan Ramadhan adalah bulan al-Quran. Jadikanlah membaca al-Quran sebagai aktifitas utama yang mengisi sebagian besar waktu kita di sepanjang hari dan malam Ramadhan.

Firman Allah Ta’ala:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ 
"Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." [QS al-Baqarah 2:185]

Bahkan malaikat Jibril alaihissalam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri mengulang-ulang kembali bacaan al-Quran di bulan Ramadhan. Sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam manusia yang paling dermawan apalagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan adalah Jibril menemuinya setiap malam Ramadhan, lalu mengulang bacaan al-Qur'an. Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih ringan berbuat kebaikan daripada angin yang berhembus. [HR. al-Bukhary dan Muslim]

Banyak bersedekah utamanya  dengan memberi makan orang yang berbuka puasa.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun" [HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Jangan ada shalat tarawih yang luput selama bulan Ramadhan. Lebih bagus lagi bila kita melakukan I’tikaf yakni berdiam di masjid untuk fokus beribadah, utamanya pada sepuluh malam terakhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
"Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai, dicatat baginya pahala shalat satu malam." [HR. at-Tirmidzi]

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: “Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu beri'tikaf di bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Dan pada tahun wafatnya, beliau beri'tikaf selama dua puluh hari". [HR. al-Bukhary]

Marilah kita mempersiapkan diri untuk melaksanakan semua amal-amal pokok di bulan Ramadhan tersebut. Semoga Allah meridhai dan menerima semua amal ibadah kita.

No comments:

Post a Comment