Bulletin Dakwah al-Qalam edisi 001/I


Download File PDF Bulletin Dakwah al-Qalam no. 001/I : DISINI
File PDF tersebut bisa diprint pada kertas ukuran A4 secara timbal-balik
Siap untuk dicetak ulang, diperbanyak dan disebarluaskan untuk dakwah

KAJIAN UTAMA: TAUBAT

Taubat dari segi bahasa bermakna: kembali. Sedang menurut istilah, Taubat ialah kembali kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan (dosa).

Secara umum, seluruh manusia diperintahkan untuk bertaubat atau kembali kepada Allah. Hatta orang-orang yang kafir pun diperintahkan untuk bertaubat, yakni berhenti dari kekafiran menuju keislaman.  Firman Allah Ta’ala:

قُلْ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّاقَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ اْلأَوَّلِينَ

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu". [QS al-Anfal 8:38]

Taubat ini harus senantiasa dijalankan oleh setiap orang. Karena selama masih menjadi manusia, tidak ada seorang pun yang bisa terlepas dari dosa dan kesalahan, baik yang besar maupun yang kecil, yang disengaja maupun yang tidak disengaja, yang lahir maupun yang batin, yang disadari maupun yang tidak disadari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

"Semua anak cucu Adam banyak salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat." [HR. Tirmidzi]

Allah Ta’ala memerintahkan seluruh orang yang beriman untuk bertaubat dan menjanjikan bagi orang-orang yang bertaubat dengan benar, akan dihapuskan kesalahan-kesalahannya dan dimasukkan ke dalam surga:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat nasuha, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” [QS at-Tahrim 66:8]

Kalau ada orang yang merasa dalam suatu hari dia tidak pernah berbuat dosa, maka ia harus mohon ampun atas kebodohan dan kekerasan hatinya. Karena orang yang berilmu dan bertaqwa, pasti melihat dosa-dosanya yang samar. Lebih dari itu, orang yang berilmu dan bertaqwa pasti mengetahui betapa besar haq dan nikmat Allah yang tidak mungkin bisa kita tunaikan dan syukuri.

Itulah sebabnya, bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri, manusia yang ma’shum (dijaga oleh Allah) dan telah dijamin masuk surga, pun tidak pernah berhenti untuk bertaubat. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

"Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali." [HR. Bukhari dan Muslim]

Apatah lagi kita yang saban hari berlumuran dengan dosa dan kesalahan. Sudahkah kita bertaubat dengan benar?

FATWA ULAMA

Hukum Menjual Barang/ Produk Cacat

Pertanyaan:

a) Saya membeli sebuah mobil dan mendapati adanya kerusakan yang parah. Saya lalu menjualnya tanpa memberitahukan cacat tersebut kepada pembeli. Apakah hal ini termasuk al-ghisy (penipuan) atau tidak?
b) Apa hukumnya menjual barang, yang seseorang membelinya dari pabrik dalam keadaan maghsyusyah (ada cacat tapi tidak diberitahukan)?

Jawaban:

Ya. Ini tergolong al-ghisy (penipuan). Dan telah diketahui bahwa al-ghisy adalah perbuatan haram, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang menipu kami, maka dia tidak termasuk golongan kami.” [HR. Muslim, Ibnu Majah]

Anda wajib meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya. Hendaknya Anda segera menyampaikan dan memberitahukan kepada pembeli tentang cacat yang ada pada mobil itu, untuk melepaskan beban Anda. Apabila pembeli mengalah terhadap haknya (yakni menerima mobil itu apa adanya, ed.) maka alhamdulillah. Bila tidak, hendaknya Anda membuat kesepakatan dengan pembeli, baik dengan cara memberikan uang yang setara dengan cacat itu, atau mobil itu diambil kembali dan uangnya dikembalikan. Dan bila tidak terjadi kesepakatan, maka ini merupakan perselisihan yang harus diselesaikan hakim.

Bila Anda (memang benar-benar) sulit mengetahui (keberadaan) si pembeli (setelah berusaha mencarinya), maka bersedekahlah atas namanya sesuai nilai cacat itu.

Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang memberikan taufik. Shalawat dan salam Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabat beliau.

KOMISI FATWA ARAB SAUDI
(Fatawa Al-Lajnah, 13/204)
Sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=664

HIKMAH

Bulan Sya’ban

Abu Bakar al-Balkhi rahimahullah berkata:
“Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin (yang membawa awan), bulan Sya’ban seperti awan (yang membawa hujan), dan bulan Ramadhan seperti hujan (yang membawa banyak kebaikan). Siapa yang tidak menanam (kebaikan) di bulan Rajab, tidak menyiraminya di bulan Sya’ban; bagaimana mungkin dia bisa memanennya di bulan Ramadhan?”

Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar asy-Syinqithy hafizhahullah pernah ditanya:
“Wahai Syaikh... dengan amalan apa Anda menasehati saya dalam rangka menyongsong datangnya musim ketaatan (Ramadhan)?”

Syaikh menjawab:
“Sebaik-baik amalan yang dapat dilakukan dalam rangka menyongsong datangnya musim ketaatan adalah memperbanyak Istighfar. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufiq (bimbingan) Allah (untuk melaksanakan ketaatan).”

Anda bisa turut andil menyebarluaskan bulletin dakwah al-Qalam dengan mengirimkan infaq ongkos cetak bulletin sebesar Rp 50.000 per 100 lembar plus ongkos kirim.
Rekening Infaq: Bank Muamalat No. 801.0031.659 a/n Muhammad Yusuf Adifitrah.
Konfirmasi & informasi: Tlp/SMS/WA 085395939567 Email: adifitrah@gmail.com

No comments:

Post a Comment