KAJIAN UTAMA: KIAMAT SUDAH DEKAT
Alam dunia ini diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala, bersifat fana yakni akan hancur. Kehancuran alam semesta ini adalah suatu kepastian yang tidak ada keraguan sedikitpun tentang itu, seperti halnya kepastian bahwa setiap makhluq bernyawa pasti akan mati.
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. [QS ar-Rahman 55:26]
Masalah kapan terjadinya Kiamat itu, disamping hanya Allah yang bisa mengetahuinya, bukanlah hal yang penting diketahui oleh manusia. Seperti halnya manusia tidak perlu mengetahui kapan waktu kematiannya. Yang penting kita ketahui adalah bekal apa yang perlu kita persiapkan untuk menghadapi dan menjalaninya.
Firman Allah Ta’ala:
إِنَّ السَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى
Sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang, Aku sengaja merahasiakan (waktunya) agar setiap diri dibalas dengan apa yang ia usahakan. [QS Thaha 20:15]
أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ حُبَّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ قَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Seorang arab badui bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Kapan terjadinya Kiamat?” Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam balik bertanya kepadanya: "Apa yang telah kau persiapkan untuknya?" Dia menjawab: "Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya." Beliau bersabda: "Kau bersama dengan yang kau cintai." [HR. al-Bukhary dan Muslim]
Meskipun kita tidak dapat mengetahui kapan terjadinya Kiamat, yang penting untuk selalu diingat dan dicamkan adalah bahwa Kiamat itu sudah sangat dekat.
Firman Allah Ta’ala:
أَزِفَتِ اْلأَزِفَةُ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ اللهِ كَاشِفَةٌ
Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. [QS an-Najm 53:57-58]
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ
Telah dekat kepada manusia Hisab (perhitungan amal) mereka, sedang mereka dalam kelalaian lagi berpaling. [QS al-Anbiya' 21:1]
Sesungguhnya ungkapan Kiamat adalah dekat mempunyai beberapa sisi makna sebagai berikut:
Pertama, karena ia adalah sesuatu yang pasti terjadi.
Firman Allah Ta’ala:
إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا. وَنَراهُ قَرِيبًا
Sesungguhnya mereka melihatnya jauh (tidak akan terjadi), sedang kami melihatnya dekat (pasti terjadi). [QS al-Ma'arij 70:6-7]
Kedua, karena umur alam dunia dibanding alam akhirat yang kekal abadi, adalah sangat singkat sekali.
قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي اْلأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ. قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْئَلِ الْعَآدِّينَ. قَالَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلاَّ قَلِيلاً لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Allah bertanya: "Berapa lama kalian tinggal di bumi dalam hitungan tahun?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) hanya sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar sekali, kalau kamu mengetahui." [QS al-Mu'minun 23:112-114]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ
"Aku diutus dan Hari Kiamat seperti kedua (jari) ini". Seraya beliau mengisyaratkan dengan jari tengah dan jari telunjuk untuk menunjukkan dekatnya. [HR. al-Bukhary dan Muslim]
فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلاَّ السَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً فَقَدْ جَآءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَآءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
Maka tiadalah yang mereka tunggu melainkan Hari Kiamat yang akan mendatangi mereka dengan tiba-tiba, maka sungguh telah datang tanda-tandanya. [QS Muhammad 47:18]
InsyaAllah dalam edisi selanjutnya, akan kita uraikan tanda-tanda semakin dekatnya Hari Kiamat. Sudah siapkah kita untuk menghadapinya?
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلاَّ عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
Pada hari mereka melihat (Kiamat) itu, seakan-akan mereka tidak tinggal (di dunia) melainkan hanya (sekejap dan barusan saja) di waktu sore atau paginya. [QS an-Nazi'at 79:42-46]
FATWA
Doa Minta Panjang Umur
Pertanyaan:
Bolehkah seseorang berdoa meminta panjang Umur?
Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri menjawab:
Boleh, tetapi hal itu menyelisihi yang lebih afdhal. Berdasarkan hadits Ummu Habibah (istri Nabi) radhiyallahu ‘anha yang berkata, “Ya Allah, panjangkanlah (umurku) dengan suamiku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dengan ayahku Abu Sufyan, dan dengan saudaraku Mu’awiyah.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Engkau telah meminta kepada Allah ajal yang telah pasti, dan rezeki yang telah dibagi. Seandainya engkau meminta kepada Allah untuk memasukkanmu ke dalam surga dan menyelamatkanmu dari neraka (maka itulah yang lebih baik -ed.).”
Beliau menunjukkan untuk Ummu Habibah apa yang lebih afdhal. Sekalipun boleh untuk meminta panjang umur, berdasarkan hadits: Sesungguhnya Nabi bersabda kepada seorang perempuan: “Hartanya umurnya yang panjang”.
Sumber: Al-Hatstsu Wattahridh Ala Ta’limi Ahkamil Maridh
HIKMAH
10 Penyebab Hati Mati
Ibrahim bin Adham pernah ditanya: “Mengapa kami telah berdoa, tapi doa kami tidak dikabulkan?!”
Ibrahim bin Adham menjawab: Karena hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara:
“1) Kalian mengetahui Allah ada, tapi kalian tidak menunaikan hak-hak-Nya. 2) Kalian mengaku mencintai Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi kalian meninggalkan sunnah-sunnahnya. 3) Kalian membaca al-Quran tapi tidak mengamalkannya. 4) Kalian memakan nikmat Allah tapi tidak bersyukur kepada-Nya. 5) Kalian mengatakan syaithan itu musuh kalian, tapi kalian berkompromi dengannya. 6) Kalian mengatakan surga itu benar tapi kalian tidak berlomba untuk mendapatkannya. 7) Kalian mengatakan neraka itu benar, tapi kalian tidak berusaha lari darinya. 8) Kalian berkata maut itu pasti, tapi kalian tidak mempersiapkan diri untuknya. 9) Kalian sibuk dengan aib-aib orang lain dan lupa aib-aib sendiri. 10) Kalian menguburkan jenazah, tapi tidak mengambil ibrah darinya.”
Sumber: Nashaihul ‘Ibad

No comments:
Post a Comment