KAJIAN UTAMA: AL-YAUM AL-AKHIR
Iman kepada al-Yaum al-Akhir (Hari Akhir) adalah salah satu dari Rukun Iman. Bahkan dalam banyak Nash al-Quran maupun al-Hadits, Iman kepada Hari Akhir ini langsung disandingkan dengan Iman kepada Allah. Contoh dari al-Quran:
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ باِللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ
Bukanlah kebaikan itu bahwa engkau menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah dan Hari Akhir ... [QS al-Baqarah 2:177]
Contoh dari Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia memuliakan tamunya dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia berkata baik atau diam." [Muttafaq ‘Alaih]
Lantas apakah makna al-Yaumul al-Akhir itu? Berikut ini pokok-pokok pengertian yang terkandung dalam istilah al-Yaum al-Akhir.
1. Hari Akhir artinya hari berakhirnya alam dunia untuk memasuki alam akhirat. Alam semesta, bumi dan langit serta segala isinya, semuanya akan hancur dan sirna. Jadi hakikat kiamat, bukanlah kehancuran parsial yang hanya menimpa bumi saja melainkan kehancuran universal yang meliputi seluruh jagad raya ciptaan Allah Ta’ala.
2. Setelah Kiamat, alam dunia yang semu dan sementara ini, diganti dengan alam akhirat yang hakiki dan abadi. Kondisi alam akhirat yang lebih tinggi dan sejati tentu berbeda dengan alam dunia.
يَوْمَ تُبَدَّلُ اْلأَرْضُ غَيْرَ اْلأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارَ
Hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) seluruh langit, dan mereka berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. [QS Ibrahim 14:48]
3. Tidak ada yang bisa mengetahui kapan terjadinya Hari Kiamat.
يَسْئَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لاَيُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلاَّ هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لاَتَأْتِيكُمْ إِلاَّبَغْتَةً يَسْئَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُونَ
Mereka menanyamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu tentang itu hanya di sisi Tuhanku; tidak ada yang dapat menjelaskan waktunya selain Dia. Kiamat itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. Ia tidak mendatangi kalian melainkan dengan tiba-tiba". Mereka menanyaimu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmunya hanya di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". [QS al-A'raf 7:187]
4. Di alam akhirat, manusia akan melalui sejumlah proses dan perjalanan yang berujung pada salah satu dari dua tempat, yaitu surga yang penuh kenikmatan atau neraka yang penuh kesengsaraan; keduanya kekal selama-lamanya.
إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ اْلأَخِرَةِ ذَلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ. وَمَانُؤَخِّرُهُ إِلاَّلأَجَلٍ مَّعْدُودٍ. يَوْمَ يَأْتِ لاَتَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلاَّبِأِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ. فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ. خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّمَاشَآءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّ مَاشَآءَ رَبُّكَ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
FATWA
Masbuq Pada Saat Imam Tahiyat Akhir
Pertanyaan:
Seorang datang ke masjid, ia mendapati jamaah sedang tasyahhud akhir, apakah ia langsung ikut jamaah mereka atau menunggu jamaah berikutnya?
Jawaban:
Jika ia tahu bahwa ia akan mendapatkan jamaah berikutnya, maka hendaknya ia menunggu dan shalat bersama jamaah berikutnya. Karena pendapat yang kuat adalah bahwa shalat berjamaah itu tidak dianggap (mendapat pahala shalat berjama’ah), kecuali dengan mendapat satu rakaat yang sempurna.
Namun jika ia memperkirakan tidak ada orang lain yang bisa shalat bersamanya, maka yang lebih utama adalah ikut masuk dalam jamaah tersebut, walaupun pada saat tasyahhud akhir, karena mencapai bagian shalat tersebut masih lebih baik daripada tidak sama sekali.
Sumber: Mukhtar Min Fatawa ash-Shalah, hal. 66, oleh Syaikh Ibnu Utsaimin
HIKMAH
Kunci-kunci Kehidupan
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Sungguh Allah subhanahu wata'ala telah menjadikan kunci untuk setiap tujuan, maka:
Kunci sholat adalah bersuci (thaharah) # Kunci Haji adalah Ihrom # Kunci kebaikan adalah kejujuran # Kunci surga adalah Tauhid # Kunci ilmu adalah bertanya dengan cara yang baik # Kunci kemenangan adalah doa dan kesabaran (pengendalian diri) # Kunci bertambahnya rezki adalah syukur (menggunakan rezki di jalan Allah) # Kunci kedekatan (kepada Allah) adalah cinta dan dzikir # Kunci keberuntungan adalah taqwa # Kunci taufiq adalah harap dan takut (kepada Allah) # Kunci ijabah adalah doa # Kunci hidupnya hati adalah tadabbur al-Qur-an dan tadharru’ (mengiba kepada Allah) beberapa saat sebelum shubuh # Kunci rezki adalah berusaha disertai istighfar dan taqwa # Kunci kemuliaan adalah mentaati Alloh # Kunci segala keburukan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan.
Sumber: Hadil Arwah, hal 100

No comments:
Post a Comment