Bulletin Dakwah al-Qalam edisi 003/I


Download File PDF Bulletin Dakwah al-Qalam no. 003/I : DISINI
File PDF tersebut bisa diprint pada kertas ukuran A4 secara timbal-balik
Siap untuk dicetak ulang, diperbanyak dan disebarluaskan untuk dakwah

KAJIAN UTAMA: ALLAH MENCINTAI ORANG YANG BERTAUBAT

Pertama-tama harus diingat baik-baik, bahwa salah satu nama dan sifat Allah diantara al-Asma al-Husna (Nama-nama Allah Yang Mulia) adalah at-tawwaab (التواب) atau Maha Penerima Taubat.

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
"Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?" [QS at-Taubah 9:104]

Dalam nama dan sifat Allah at-Tawwaab itu terkandung pengertian bahwa:
(a) hanya Allah satu-satunya yang berhak menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa manusia,
(b) Allah selalu dan pasti menerima taubat siapa saja yang mau (benar-benar) bertaubat kepada-Nya,
(c) lebih dari itu, Allah subhanahu wata’ala memang sangat suka dan senang menerima taubat dhamba-hamba-Nya yang bertaubat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ. 
“Sesungguhnya Allah pasti menerima taubat seorang hamba sebelum nafasnya berada di kerongkongan (sakaratul maut)" [HR. at-Tirmidzi ]

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
"Sesungguhnya Allah 'azza wajalla membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari dan Allah membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari; (hal ini terus berlaku) hingga matahari terbit dari barat." [HR. Muslim]

Dengan mengetahui hakikat dan fakta ini, hendaknya kita jangan pernah ragu untuk selalu dan segera bertaubat kepada Allah. Karena Allah pasti akan menerima taubat kita bahkan Allah akan cinta kepada kita yang bertaubat dengan taubat yang ikhlas dan baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

للَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلَاةٍ
“Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang kalian yang mendapatkan kembali hewan tunggangannya yang telah hilang di padang yang luas.” [HR. Al-Bukhari  dan Muslim]

Begitu cintanya Allah subhanahu wata’ala kepada orang-orang yang bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat; sampai-sampai Dia berkenan untuk mengganti dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka yang telah lalu itu dengan kebaikan. Ya, bukan hanya dosa itu diampuni dan diputihkan oleh Allah, bahkan Dia menggantinya dengan catatan kebaikan-kebaikan. Subhanallah!

إِلاَّ مَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"(orang-orang yang berdosa besar akan mendapat siksa) kecuali mereka yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti oleh Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS al-Furqan 25:70]

FATWA 

Masbuq Shalat Berjama’ah Mendapat Ruku’ Bersama Imam

Pertanyaan:

Seorang makmum terlambat datang dan dia mendapati imam sedang ruku'. Orang tersebut bertakbir (mengucapkan Allaahu akbar) lalu ruku' bersama imam sebelum imam bangkit dari ruku'. Apakah orang ini harus mengganti rakaat tersebut setelah imam salam?

Jawaban:

Jika orang tersebut sempat melakukan takbiratul ihram (takbir pertama memasuki shalat) dengan berdiri, kemudian dia ruku’ dan bisa melakukannya bersama imam, maka ia telah menyempurnakan raka'at tersebut (maksudnya: telah terhitung satu raka'at -ed.).

Hal ini berdasarkan Hadits dari Abu Bakrah (radhiyallahu 'anhu) bahwa suatu ketika ia mendapatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang ruku', maka ia pun melakukan ruku' sebelum ia memasuki shaf shalat. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: "Semoga Allah menambah semangatmu tapi jangan diulangi lagi (tergesa-gesa ruku' sebelum sampai di shaf jama'ah -ed.)." [HR. Bukhari]

Abu Daawud menambahkan pada riwayat tersebut: "Dan ia ruku' sementara ia tidak berada pada shaf shalat dan kemudian ia bergerak menuju shaf (dalam keadaan ruku')." [Abu Dawud, Ahmad, dan al-Bukhari]

Dan berdasarkan hadist riwayat Abu Dawud dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

إِذَا جِئْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ وَنَحْنُ سُجُودٌ فَاسْجُدُوا وَلَا تَعُدُّوهَا شَيْئًا وَمَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ
"Jika kalian datang untuk menunaikan shalat, sedangkan kami dalam keadaan sujud, maka ikutlah bersujud, tapi janganlah kalian menghitungnya satu raka'at. Dan barangsiapa mendapatkan ruku', maka dia telah mendapatkan shalat (terhitung satu raka'at)." [HR. Abu Dawud 1/206]

Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya dan semoga shalawat serta salam buat Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya.

HIKMAH

Bergaul dengan Orang-orang Shaleh

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah pernah berkata:

نَظْرُ المُؤْمِنِ إِلَى المُؤْمِنِ يَجْلُو القَلْبَ
“Pandangan seorang mukmin kepada mukmin yang lain akan mengkilapkan hati.” [Siyar A’lam An Nubala’, 8/435] 

Ibnul Qayyim menceritakan:
“Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika  merasa gundah atau muncul prasangka-prasangka buruk atau perasaan sempit dalam menjalani hidup, kami segera mendatangi Ibnu Taimiyah untuk meminta nasehat. Maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang”.

Mendatangi ulama dan orang-orang shaleh, duduk-duduk dan berdiskusi dengan mereka adalah salah satu kiat untuk menguatkan hati kita agar bisa tetap tegar dan istiqamah dalam Islam.

Anda bisa turut andil menyebarluaskan bulletin dakwah al-Qalam dengan mengirimkan infaq ongkos cetak bulletin sebesar Rp 50.000 per 100 lembar plus ongkos kirim.
Rekening Infaq: Bank Muamalat No. 801.0031.659 a/n Muhammad Yusuf Adifitrah.
Konfirmasi & informasi: Tlp/SMS/WA 085395939567 Email: adifitrah@gmail.com

No comments:

Post a Comment