Bulletin Dakwah al-Qalam edisi 005/I


Download File PDF Bulletin Dakwah al-Qalam no. 005/I : DISINI
File PDF tersebut bisa diprint pada kertas ukuran A4 secara timbal-balik
Siap untuk dicetak ulang, diperbanyak dan disebarluaskan untuk dakwah

KAJIAN UTAMA: ISTIGHFAR & TAUBAT

Hakikat Taubat adalah penyesalan hati dan tekad (keinginan yang kuat) untuk tidak mengulangi dosa. Kedua hal itu berada di dalam hati, namun bukti dan tanda Taubat akan tampak dalam amal-amal lisan dan anggota badan. Istighfar atau permohonan ampun kepada Allah adalah bentuk amal lisan yang menandai kesempurnaan Taubat.

Fiman Allah Ta’ala:
وَيَاقَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَتَتَوَلُّوا مُجْرِمِينَ
"Dan (Nabi Hud berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." [QS Hud 11:52]



وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ َ
"Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka mengingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak berketerusan (melakukan dosa itu), sedang mereka mengetahui." [QS Ali Imran 3:135]

Orang yang selalu ingin bertaubat kepada Allah pasti banyak beristighfar. Apalagi Istighfar adalah salah satu bentuk dzikrullah yang memiliki banyak sekali fadhilah (keutamaan).

Diantaranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Siapa yang selalu beristighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari segala kesusahan, dan memberinya rizki dari arah yang tidak dia sangka." [HR. Abu Dawud]

Lafazh-lafazh Istighfar:

a) Lafazh yang paling singkat:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
“Saya mohon ampun kepada Allah”

b) Lafazh yang pertengahan:
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan (dengan tulus):
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
(aku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan yang haq kecuali Dia, Yang Maha Hidup dan terus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepadaNya) maka dia pasti akan diampuni walaupun dia pernah lari dari medan pertempuran." [HR. Abu Dawud]

c) Lafazh yang panjang:
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar) adalah kamu mengucapkan:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
(Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan yang haq selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha memenuhi perjanjian untuk mentaati perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu, sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa selain-Mu). Beliau bersabda: “Siapa yang mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu mati pada hari itu sebelum sore, ia termasuk penghuni surga. Siapa yang membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” [HR. Bukhari].

Bila kita sadar diri kita tak pernah luput dari dosa, sudahkah kita MEMBIASAKAN DIRI untuk BANYAK beristigfhfar SETIAP HARI?

FATWA 

Membaca Ta’awudz & Basmalah Sebelum Adzan

Pertanyaan:

Apakah hukumnya membaca ta'awudz (meminta perlindungan dari gangguan syaitan) dan basmalah (membaca bismilah) sebelum adzan?

Jawaban:

Kami tidak mengetahui adanya dalil yang memerintahkan untuk membaca ta'awudz atau basmalah sebelum adzan, baik bagi orang yang mengumandangkan adzan atau bagi orang yang mendengar adzan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang mengerjakan amalan yang tidak ada keterangan dari kami maka dia tertolak."

Dan dalam riwayat yang lain beliau bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa membuat hal yang baru dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang tidak ada di dalamnya maka ia tertolak."

Semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya dan semoga salawat dan salam tercurahkan buat Rasullullah, keluarganya dan para sahabatnya.

Komisi Fatwa Arab Saudi
Fatwa no. 6321 vol. 6

Tambahan Redaksi: Jawaban yang sama untuk kebiasaan sebagian muadzin yang membaca shalawat sebelum adzan.

HIKMAH

Satu Tips untuk Banyak Problema

Seseorang pernah mengadukan kepada al-Hasan al-Bashary tentang paceklik yang melanda. Lalu al-Hasan memberi nasehat, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah!” Lalu datang orang lain mengadukan tentang kemiskinannya. Beliau pun memberi nasehat yang sama, “Beristigfarlah kepada Allah!” Orang lain mengadu pula kepada beliau tentang kebunnya yang gersang. Lagi-lagi beliau memberi nasehat yang sama, “Beristigfarlah kepada Allah”. Ada juga orang yang mengadu belum dikaruniai anak. Al-Hasan pun menasehatkan, “Beristigfarlah kepada Allah”. Lalu Beliau membacakan al-Quran surat Nuh ayat 10-12 yang artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia mengirimkan hujan lebat kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai.” [Kisah ini terdapat dalam Kitab Fathul Bari, 11: 98]

No comments:

Post a Comment