
KAJIAN UTAMA: SYIRIK AKBAR
Setelah membahas tentang bahaya Syirik, kini kita paparkan jenis-jenis Syirik. Perlu diketahui, Syirik itu ada yang dikategorikan Syirik Akbar atau Syirik besar dan ada pula Syirik Ashgar atau Syirik kecil. Untuk memudahkan pemahaman kita uraikan Syirik Akbar ke dalam tiga bentuk pokok sebagai berikut.
a) Menganggap ada Tuhan Pencipta dan Penguasa alam semesta selain Allah, atau menganggap ada sesuatu yang memiliki sifat-sifat Ketuhanan, selain Allah Ta’ala.
مَااتَّخَذَ اللهُ مِن وَلَدٍ وَمَاكَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَاخَلَقَ وَلَعَلاَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّايَصِفُونَ. عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu. Dia Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan. [QS al-Mu'minun 23:91-92]
b) Mengagungkan (menghormati, mencintai, takut dan menghinakan diri) kepada sesuatu dengan pengagungan yang hanya pantas ditujukan kepada Allah Ta’ala.
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا للهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ للهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). [QS al-Baqarah 2:165]
c) Melakukan suatu perbuatan yang hanya pantas ditujukan kepada Allah subhanahu wata’ala. Termasuk dalam perbuatan ini adalah: melakukan ritual ibadah, bersujud, dan berdoa kepada selain Allah; menjalankan syariat agama dan menerapkan hukum selain syariat dan hukum yang diturunkan oleh Allah subhanahu wata’ala.
Firman Allah Ta’ala:
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لاَشَرِيكَ لَهُ وَبِذّلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam; tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". [QS al-An'am 6:162-163]
Dan Firman-Nya ‘azza wajalla:
أَمْ لَهُمْ شُرَكَآؤُاْ شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَالَمْ يَأْذَن بِهِ اللهُ وَلَوْلاَ كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمُُ
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan oleh Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. [QS asy-Syura' 42:21]
عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي عُنُقِي صَلِيبٌ مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ يَا عَدِيُّ اطْرَحْ عَنْكَ هَذَا الْوَثَنَ وَسَمِعْتُهُ يَقْرَأُ فِي سُورَةِ بَرَاءَةٌ (اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ) قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ لَمْ يَكُونُوا يَعْبُدُونَهُمْ وَلَكِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا أَحَلُّوا لَهُمْ شَيْئًا اسْتَحَلُّوهُ وَإِذَا حَرَّمُوا عَلَيْهِمْ شَيْئًا حَرَّمُوهُ
Dari 'Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu: Dahulu aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sementara di leherku terdapat salib dari emas. Maka beliau bersabda, “Wahai 'Adi! Buanglah berhala ini.” Dan aku mendengar beliau membaca ayat dalam surat al-Bara'ah, “Mereka menjadikan pendeta dan rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.” (QS 9:31). Beliau bersabda, “Mereka memang tidak beribadah kepada pendeta dan rahib itu. Akan tetapi apabila pendeta dan rahib menghalalkan sesuatu, mereka pun menghalal-kannya, dan apabila mengharam-kan sesuatu, mereka pun mengharamkannya.” [HR. Tirmidzi]
Itulah pokok-pokok Syirik besar yang harus dijauhi sejauh-jauhnya. Syirik tersebut menghapus amal-amal pelakunya, mengeluarkan dari Islam, dan mengekalkan dalam neraka. Pelakunya harus segera bertaubat, mengoreksi aqidahnya dan memperbaharui keislamannya. InsyaAllah dalam kajian-kajian selanjutnya akan dibahas lagi secara lebih rinci.
FATWA
Banyak Bersumpah
Pertanyaan:
Seseorang sering bersumpah atas nama Allah. Kadang sumpah tersebut spontan padahal dia tidak benar (dusta) dan kadang dia bersumpah dalam kondisi benar. Apakah wajib membayar kaffarat dalam kedua kondisi ini?
Jawaban:
Sumpah atas nama Allah wajib dihormati dan diagungkan. Janganlah seorang muslim bersumpah kecuali dalam kondisi benar, dan janganlah bersumpah kecuali terpaksa (ada keperluan). Banyak bersumpah menunjukkan sikap meremehkan sumpah tersebut, padahal Allah berfirman: “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.” [QS al-Qalam 68:10].
Sumpah yang wajib bagi pelakunya membayar kafarat adalah sumpah untuk melakukan suatu hal di masa akan datang yang bisa dilakukan; sebagaimana firman Allah:
“Tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja, maka kaffarat (bila melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin.” [QS al-Ma'idah 5:89].
Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan
HIKMAH
Menangislah Seperti Perempuan!
Pemimpin muslim terakhir di Andalusia (Spanyol), Abdillah Muhammad bin Al Ahmar, keluar dari istana kerajaan dengan hina. Malam itu, Andalusia telah jatuh ke tangan kerajaan katolik setelah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih dari 800 tahun. Kini, ia tinggalkan istana dengan hati pilu. Dadanya sesak. Hingga sampai di sebuah bukit yang cukup tinggi. Dari sana ia menatap Istana Al-Hambra. Ia menangis tersedu-sedu hingga jenggotnya basah kuyup dengan air mata. Melihat hal itu, ibunya berkata, "Menangislah! Menangislah seperti perempuan! Karena kau tidak mampu menjaga kerajaanmu sbagaimana laiknya laki-laki! "
Kekuasaan Islam berakhir di Andalusia. Dan belum pernah bangkit lagi hingga detik ini! Umat Islam disana diberi pilihan: masuk kristen, dibunuh atau diusir.
Apa penyebab jatuhnya Andalusia?
1. Cinta dunia
2. Meninggalkan jihad
3. Berkubang kemaksiatan
4. Menyerahkan urusan bukan pada ahlinya
5. Bodoh dalam agama.
No comments:
Post a Comment